Rabu, 10 November 2010

Belajar dari Asbak

Terkadang sebuah benda, kecil ataupun besar, sering tersampingkan orang. Benda tersebut disampingkan karena dinilai memiliki fungsi yang tidak seberapa. Padahal, benda tersebut sangat bermanfaat dan memiliki makna bagi dirinya. Seperti halnya sebuah asbak.

Asbak merupakan suatu benda untuk membuang abu rokok. Asbak terbuat dari kayu, plastik, kaca, tanah liat, dll. Bentuknya pun bermacam-macam, ada yang berbentuk mobil, binatang, wadah rokok, tengkorak, dll., sesuai dengan keinginan pembuat asbak tersebut. Asbak memiliki lekukan yang berfungsi untuk menyimpan rokok agar tidak berpindah posisi.

Benda ini juga bisa menjadi pembelajaran untuk diri kita. Berbagai filosofi terkandung dalam asbak. Oleh karena itu, asbak juga bisa menjadi guru bagi diri kita. Lalu, mengepa kita harus belajar dari asbak? Karena asbak memiliki makna untuk diri kita, asbak mengajarkan kita untuk tidak membeda-bedakan antara satu dengan yang lainnya, karena perbedaan bisa menyebabkan perkelahian dan perpecahan.

“Asbak ibarat bumi dan rokok ibarat SARA. Jika Marlboro adalah Suku, Dji Sam Soe adalah Agama, Djarum Super adalah Ras, dan Clas Mild adalah Adat Istiadat, maka bumi adalah asbak yang tidak membeda-bedakan antara Marlboro, Dji Sam Soe, Djarum Super, dan Clas mild”.